Jenis Reksadana: Reksa Dana Pasar Uang, Pendapatan Tetap, Saham, dan Campuran

Jenis Reksadana – Kali ini aku mau bahas tentang Reksadana, mulai dari definisi sampai keuntungan dan resiko apa aja sih yang mungkin kita dapatkan kalau kita berinvestasi di Reksadana. Khususnya buat kamu yang baru aja mau berinvestasi di Reksadana

Apa Itu Reksadana?

Reksadana itu adalah wadah buat ngumpulin dana investor. Yang mana sekumpulan dana tersebut nantinya dikelola oleh manajer investasi dan diinvestasikan ke berbagai jenis instrumen investasi yang tersedia.

Singkatnya sih, kamu dan segerombol investor lain tuh minta bantuan manajer investasi untuk mengelola aset investasi kamu.

4 Jenis Reksadana

Reksadana sendiri terdiri dari berbagai jenis. Yang mana jenis reksadana itu ditentukan oleh ke mana uang tersebut diinvestasikan. Apa aja sih jenis-jenis reksadana yang umumnya tersedia?

Kita bahas satu per satu ya..

1. Reksadana pasar uang

Reksadana ini merupakan produk reksadana yang sebagian besar dana kelolaan itu dialokasikan ke instrumen pasar uang, seperti deposito, sertifikat Bank Indonesia, atau obligasi yang masa jatuh temponya kurang dari 1 tahun.

Jadi, kalau kamu beli produk reksadana ini, manajer investasi yang bersangkutan akan menginvestasikan sebagian besar uang kamu ke deposito, sertifikat Bank Indonesia atau Obligasi yang masa jatuh temponya kurang dari 1 tahun.

2. Reksadana pendapatan tetap

Reksadana ini adalah Reksadana yang mengalokasikan sebagian besar dana kelolaannya ke obligasi atau surat utang. Kedua jenis reksa dana tersebut cocok banget buat investor yang mau main aman saja, karena resikonya terbilang kecil.

Tapi, bukan tanpa resiko ya karena setiap investasi itu pasti punya resikonya masing-masing

3. Reksadana saham

Apa yang dimaksud dengan saham dalam jenis reksadana ini? Sesuai dengan namanya, Reksadana ini akan menginvestasikan sebagian besar dana kelolaannya ke dalam bentuk saham.

4. Reksadana Campuran

Kalau kamu ingin beli reksadana campuran uang kamu akan diinvestasikan ke obligasi, deposito, saham, sertifikat Bank Indonesia, dan lain-lain. Sesuai namanya, campuran

Nah itulah beberapa jenis Reksadana. Walaupun uang kamu dikelola oleh seorang manajer investasi, tapi pada dasarnya kamu yang berhak buat memilih berinvestasi ke jenis Reksadana apa.

Para manajer investasi itu bisa dibilang cuma meracik produk investasi reksadana untuk ditawarkan kepada Para investor atau mungkin masih berupa rekomendasi gitu, tapi keputusan investasinya tetap ada di tangan kamu sebagai investor.

Keuntungan Reksadana

Sekarang kita coba bahas tentang keuntungan berinvestasi Reksadana, yaitu:

1. Capital Gain

Capital gain atau istilah gampangnya, untung. Hal ini terjadi kalau NAB per unit atau harga per unit reksadana yang kita punya itu naik. Jadi kita akan dapat keuntungan dari selisih harga per unit saat kita beli dan harga per unit saat kita jual.

Nah, untuk Reksadana pasar uang dan pendapatan tetap rate return pertahunnya itu umumnya ada di 5 sampai 10%, sementara untuk reksadana campuran dan saham preferen per tahunnya tuh bisa sampai puluhan persen.

Tapi ingat High Risk High Return, meskipun reksadana campuran dan Reksadana saham bisa ngasih terus sampai puluhan persen, resikonya ya tinggi juga, bisa rugi sampai puluhan persen juga.

Oh ya keuntungan yang didapat dari Reksadana ini tuh bukan objek pajak ya. Jadi keuntungan yang kamu dapat dari Reksadana ini tuh nggak akan dipotong pajak lagi.

2. Didampingi Manajer Investasi

Keuntungan yang kedua seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, saat kita beli Reksadana, uang kita tuh kan akan dikelola oleh manajer investasi yang seharusnya lebih ngerti dan berpengalaman di dunia investasi.

Karena reksadana ini dikelola oleh orang yang profesional, bisa dibilang resikonya itu relatif lebih kecil dibandingkan dengan Investasi Mandiri oleh orang awam yang pengetahuannya terbatas terkait instrumen investasi

3. Diversifikasi Investasi

Keuntungan selanjutnya adalah diversifikasi. Pernah dengar tentang diversifikasi nggak? Singkatnya diversifikasi itu strategi berinvestasi dengan cara mengalokasikan dana ke beberapa instrumen investasi yang berbeda.

Jadi nggak cuma disimpan pada satu instrumen investasi saja. Tujuannya, salah satunya itu minimalisir resiko.

Jadi sebetulnya produk investasi seperti saham, obligasi, sertifikat Bank Indonesia, sampai deposito, bisa kita beli sendiri. Katakanlah kita punya waktu buat ngurusin aset investasi. Kalau gitu ngapain kita nggak beli obligasi atau saham langsung aja?

Jadi gini, kalau kita masih punya keterbatasan dana buat berinvestasi salah satu kendala yang mungkin akan kita hadapi itu adalah diversifikasi. Ya intinya sih kita tuh belum mampu berinvestasi di beberapa instrumen investasi yang berbeda sekaligus.

Misalnya, kita punya uang 3,5 juta itu cuman cukup buat beli 1 lot saham BCA. Aementara kalau kita beli Reksadana senilai 3,5 juta kita bisa punya saham BCA, BRI, bahkan obligasi dan deposito sekaligus.

4. Bisa Beli Eceran

Seperti yang sudah kita tahu, deposito itu kan ada minimum deposit nya. Misalnya BCA minimum deposit nya 8 juta, kalau mau dapatkan bunga deposito yang menarik minimum deposit nya bisa miliaran.

Obligasi juga sama, ada minimum pembelian seringnya sih Rp.1.000.000, kalau mau beli saham minimal belinya 100 lembar. Nah Reksadana ini bisa dibeli dengan eceran dengan harga yang relatif murah.

Bahkan ada juga platform yang menawarkan investasi reksadana mulai dari Rp.10.000 saja. Lengkap Deh, diversifikasinya Oke dan bisa dibeli acaran

5. Aset LiQuid

Singkatnya, Reksadana ini bisa diperjualbelikan kapanpun. Jadi kalau kamu mendadak butuh uang, Reksadana kamu itu bisa langsung kamu cairkan. Beda sama deposito atau beberapa instrumen investasi lain yang punya tenggat waktu untuk pencairannya.

Misalnya, obligasi yang sebagian produknya tidak bisa langsung dikirim begitu saja, perlu nunggu waktu jatuh tempo atau masa early Redemption untuk pencairannya.

Baca Juga:

Oke, kita sudah jelaskan tentang keuntungan-keuntungan yang mungkin kita dapatkan kalau kita berinvestasi di Reksadana tapi ingat yang namanya investasi ada resikonya juga. Resiko-resiko dalam berinvestasi Reksadana akan saya bahas pada artikel berikutnya.

Leave a Comment