Cara Awal Berinvestasi yang Tepat Bagi Pemula

Cara Awal Berinvestasi – Buat kamu yang sampai sekarang belum mulai investasi, atau sudah mulai tapi masih sekedar coba-coba tanpa perencanaan yang jelas atau masih bingung kalau yang bener itu seperti apa, artikel ini akan cocok buat kamu.

Mungkin kamu udah sering mendengar bahwa harga dan biaya kebutuhan hidup itu terus naik dan kita enggak bisa selamanya cuma bergantung pada pemasukan yang kita dapatkan dari bekerja.

Makanya kita perlu berinvestasi supaya seenggaknya uang simpanan kita bisa terus bertumbuh di masa depan. Masalahnya adalah gimana sih cara awal yang tepat dalam berinvestasi?

Ada begitu banyak yang bertanya tentang langkah awal dalam berinvestasi, bahkan ada yang bertanya mending investasi saham atau Reksadana? Ada juga yang nanya kalau mahasiswa sebaiknya di mana sih atau kalau udah umur 30-an nih cocoknya investasi apa ya? Dan lain-lain.

Terkait pertanyaan ini, sebetulnya agak susah buat mengetik jawabannya Langsung tepat sasaran. Soalnya setiap orang punya latar belakang kondisi yang beda-beda, bahkan kepada financial Advisor profesional kamu beritanya rekomendasi investasi pasti mereka bakalan minta kamu nyeritain latar belakang kondisi keuangan dan tujuan investasi.

Mereka kenapa begitu?

Karena keputusan buat investasi ke mana dan berapa lokasinya itu sangat dipengaruhi oleh seberapa besar pendapatan kamu, berapa besar tanggungan kamu, berapa lama lagi usia produktif kamu, dan lain-lain.

Tentunya orang yang masih single produktif dan belum berkeluarga bakalan punya pendekatan investasi yang beda sama Katakanlah seorang ayah dengan 2 anak yang 10 tahun lagi masuk usia pensiun.

Selain itu kondisi psikologi setiap orang juga mempengaruhi pilihan investasi yang cocok buat mereka. Bagi orang yang mentalnya kuat pas liat naik turunnya nilai aset investasi tentu punya pilihan investasi yang beda sama mereka yang nggak suka ngambil risiko besar dan pengennya investasi yang aman aja, pelan yang penting bertumbuh.

Kamu perlu tahu, Ada instrumen investasi yang high risk atau resikonya tinggi tapi potensi keuntungannya tinggi juga. Contohnya saham. Di sisi lain ada juga yang risikonya rendah tapi potensi keuntungan nya juga nggak akan bisa terlalu besar, contohnya deposito.

Sementara ada juga yang di tengah-tengah, risikonya moderat dan potensi keuntungan nya juga moderat, contohnya reksadana pendapatan tetap.

Kamu juga harus tahu kalau setiap orang itu bukan berarti harus beli satu jenis investasi doang. Misalnya kalau aku orangnya risktaker, apa aku harus memilih semua jenis investasi yang berisiko tinggi?

Ya, nggak juga.
Terus harus gimana dong?

Terlepas Apakah kita orangnya risk taker, moderat atau pun mau yang aman-aman aja, kita sebaiknya membagi alokasi investasi kita secara proporsional, sesuai dengan tipe investasi yang cocok sama kita.

Misalnya, kalau kamu seorang risk taker, kamu bisa bikin alokasinya 55% buat investasi yang high risk, 30% yang moderat dan 15% yang low risk atau misalnya kamu tipe orang yang nggak mau terlalu banyak ngambil risiko, kamu bisa lokasi 60% Dana kamu di investasi yang Low Risk, 30% Yang moderat dan 10% yang High risk.

Sekarang kita udah mulai ada gambaran langkah yang tepat dalam berinvestasi itu kayak gimana.

  • Yang pertama, kita perlu evaluasi dulu kondisi keuangan kita
  • Yang kedua, kita perlu tahu dulu kita tuh Tipe Inevestor bagaimana, dan
  • Yang ketiga, kita perlu mengatur proporsi alokasi investasi kita

Itulah langkah awal yang tepat dalam berinvestasi.

Cuma emang kebanyakan Para investor langkah awalnya langsung main coba-coba gitu aja. Makanya nggak jarang investor pemula yang kapok karena rugi besar di saham atau bahkan Cryptocurrency.

Kebanyakan mereka yang rugi dan kapok, karena mereka nggak bisa mengukur profil risiko sendiri dan mungkin sama sekali enggak ngasih proporsi alokasi investasi ke beberapa bagian.

Nah, buat kamu yang baru mau mulai investasi bakalan jauh lebih praktis buat mulai investasi di reksa dana. Setelah dari Reksadana baru deh kamu bisa coba-coba eksplore instrumen investasi yang lain.

Emang kenapa sih sebaiknya mulai dari Reksadana dulu?

Alasannya sebenarnya sederhana. Pertama, Reksadana tuh nggak butuh modal besar Cuma dengan 100.000 doang kamu sudah bisa mulai jadi cocok banget buat pemula yang masih dalam tahap belajar.

Yang kedua, Reksadana itu pencairannya Fleksible. Jadi kamu bisa request dana kamu kapan saja, paling tunggu 2 sampai 3 hari kerja uangnya udah ditransfer ke rekening kamu. Ini cocok buat pemula yang masih dalam tahap eksplorasi belajar.

Yang ketiga, reksa dana menawarkan jenis investasi dengan berbagai tipe risiko. Ada risikonya tinggi, rendah dan moderat. Jadi buat kamu yang mau coba praktekin Bikin komposisi alokasi investasi, bakalan enak banget kalau di reksadana.

Yang keempat, reksa dana itu adalah campuran dari berbagai jenis instrumen investasi yang diseleksi dan disusun sama manajer investasi yang profesional. Buat kamu yang penasaran sama jenis-jenis Reksadana kamu bisa baca artikel sebelumnya tentang Jenis Reksadana.

Oke kita sudah tahu langkah yang benar buat mau investasi, kita juga udah tahu kalau reksa dana itu adalah tempat investasi yang cocok buat pemula yang mau mulai investasi.

Sekarang, Masalahnya gimana sih kita bisa ngejalanin tiga langkah yang udah disebutin sebelumnya secara mandiri?

Untungnya di zaman modern sekarang, teknologi itu udah bisa Bantuin kita buat mulai langkah investasi yang benar tanpa perlu berkonsultasi langsung ke Financial Advisor.

Misalnya, di aplikasi bibit yang sudah populer banget sebagai platform buat beli Reksadana. Kalau aku lihat Bibit itu punya konsen yang bagus buat menuntun para pemula dalam berinvestasi, khususnya investasi reksadana.

Sejauh yang aku tahu, baru Aplikasi bibit aja yang menerapkan assesment buat mengidentifikasi gimana sih profil keuangan kita sekaligus bantu nyari tahu kita tuh tipe yang kayak gimana sih.

Baca Juga: Sebelum Membeli Emas, Pertimbangkan 4 Hal Penting Ini Dulu

Kita bakalan dipandu pakai kuesioner yang nanyain berapa pendapatan kita jumlah tanggungan kita reaksi kita terhadap fluktuasi harga investasi dan lain-lain. Berdasarkan asas tersebut itu punya fitur robot yang bisa ngasi kita rekomendasi proporsi alokasi investasi yang tepat.

Oke deh gitu aja artikel aku tentang cara awal berinvestasi. Semoga bermanfaat buat kamu yang baru mau nyobain. Selamat memulai langkah awal kamu dalam jangka pendek mungkin belum kelihatan hasilnya tapi dalam jangka panjang uang kamu bakalan terus bertumbuh.

Leave a Comment